.::BeRLi ZoNe::.

::Sebuah Catatan Harian Singkat::

Tulisan Terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Reccomended Links
CSUI 06
CSUI Family
Blog Teman Lainnya
Links

Who links to my website?

Arsip Catatan
Titip Pesan
Nama :
Web URL :
SMS-nya :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Statistik Pengunjung

free web counter


Thursday, August 09, 2007
Gerbang Harapan dan Senin Kelabu


Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Senin tanggal 5 Agustus 2007, adalah hari yang cukup menegangkan bagi saya. Yah bagaimana tidak wong hari itu adalah hari berlangsungnya UAS SP Kalkulus II. Namun masalah bukan terletak pada UASnya tapi kejadian mengerikan dibalik itu. Yup!? UAS berlangsung jam 9 pagi dan itu cukup normal untuk datang ke kampus tepat waktu. Terlebih lagi saya bangun seperti biasa (ga’ kesiangan maksudnya) dan tidak merasakan sesuatu yang janggal pada hari itu. (hehe..)

Perjalanan ke kampus pun dimulai tepat pukul 06.53 versi jam di Handphone saya, dan itu merupakan waktu yang masih cukup pagi untuk menempuh jarak Bekasi – Depok yang hanya 30 Km itu. Sekedar info tambahan, dengan keadaan yang normal dan lancar Bekasi – Depok biasa saya tempuh dengan kurun waktu 45 Menit dengan menaiki Silver Light (nama Honda Jazz orang tua yang saya pinjam..hehe..). Sebelum berangkat pun saya sudah memperkirakan bahwa worst case-nya saya akan sampai di kampus pukul 08.00 atau lebih-lebih dikitlah. Rute pilihan yang saya ambil adalah Kemang-Narogong-Jatiasih-Lenteng Agung-Depok. Lima menit pertama perjalanan masih terasa lancar, sampai akhirnya tiba-tiba arus lalu lintas menjadi sedikit padat merayap. Untungnya itu sudah saya perhitungkan sebelumnya karena alasan utama saya berangkat jam 7 pagi adalah untuk menoleransi kemacetan seperti ini. Dan saya pun masih merasa santai mengingat waktu yang masih 2 jam sebelum UAS dimulai. Yaaah....walaupun itu cuma berjalan sementar. Benar!! Hanya SEMENTARA. Setelah merasa mobil didepan tak kunjung beranjak dari tempatnya semula, saya mulai sedikit jenuh menunggu, iseng ngeliat jam rupanya sudah jam 07.28, iseng juga ngeliat meteran di dashboard mobil rupanya baru 3 Km dari rumah, dan akhirnya saya tersadar bahwa sudah 30 menit dan baru menempuh 1/10 dari jarak total perjalanan.

Menit berganti menit dan keadaan perjalanan pun belum membaik, sudah jam 8 lewat 10 menitan tapi kondisi perjalanan masih padat merayap, bahkan jarak tiap kendaraan sudah sangat merapat. Panik...Panik...ya saat itu rasanya sangat panik, resah, kesal, dan rasanya mau marah. Mau mukul kaca mobil, ntar malah kacanya pecah dan tangan saya yang patah. Mau teriak-teriak terus jejeritan histeris, ntar malah keberisikan sendiri karena ga’ ada orang lain di dalem Silver Light. Yasudah, mendingan dzikir sambil baca Qur’an kan. (hehe..bo’onk dink). Waktu sudah berjalan sampai jam 9, dan saya masih belum keluar dari wilayah Bekasi. Terus berjalan dan akhirnya berhasil masuk pintu tol (ini baru masuk tol lowh, belum keluar) tepat jam 9.12, yah! Saya sudah terlambat 12 menit dan masih berada di wilayah Bekasi. Lima Belas menit kurang sedikit berikutnya sudah terlihat gerbang harapan, yaitu gerbang tol Lenteng Agung 2 tempat saya keluar. Hmmm...entah mengapa saya merasa senang melihat gerbang harapan tersebut, seolah-olah perjalanan Bekasi-Depok akan segera berakhir. (padahal baru 2/3 perjalanan) hehehe.... tuh ada fotonya Gerbang Harapan yang dimaksud..

Perjalanan pun berakhir pada pukul 9.45, Subhanallah angkanya cantik sekali dan artinya pun begitu dalam (artinya saya sudah telat 45 menit dari waktu UAS yang dimulai pukul 9). Hmmm...Endingnya!! sambil tetap berusaha untuk tersenyum, saya mengerjakan soal-soal UAS dengan waktu yang tersisa. Trus hasilnya?? Entahlah.....hehehehe... Yang bisa saya lakukan setelahnya adalah mengambil hikmah bahwa tidak bangun kesiangan tidak menjamin kita tidak datang terlambat pada saat Ujian. (Hehehe....becanda2...) Intinya, setiap masalah dan hambatan bisa datang kapan saja sekalipun kita sudah menyiapkan rencana yang sempurna untuk menghindarinya, yang terpenting bukanlah seberapa besar masalah itu atau bagaimana cara menghindarinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah itu dan bagaimana kondisi kita setelah masalah itu berlalu, apakah menyisakan muka kusam dan rasa kesal ataukah rasa senyuman penuh keikhlasan yang tersisa.... (Hmmm....hehehehe....)

Labels:

posted by BeRLi @ 6:43 AM  
4 Comments:
  • At 8:09 AM, Anonymous Budi in d' kost said…

    Wahahaha.....Mengerikan, tapi yang mengerikan itu bukan karena lo telat 45 menit Ber, tapi kasian aja tuh mobil lo dipaksa lari kaya kapal terbang. Ajegile loe tol Bekasi-LA cuma 10 menit...

     
  • At 6:26 PM, Blogger BeRLi said…

    Mau gimana laghi...:P
    tapi kan nambah pengalaman kebut-kebutan di Jalan Tol... (apa udah sering ya'??) hwehehehe...

     
  • At 8:16 PM, Anonymous Budi laghii said…

    mungkin udah sering Ber, hehehe....
    tunggu ber sebentar laghi, gw jugha mo ikutan bikin Blog.. hehehe..

     
  • At 8:16 PM, Blogger BeRLi said…

    Ga' penting,,, heheheh...
    buruan bikin gw tunggu...
    hehehe...

     
Post a Comment
<< Home
 
About Me

Name: BeRLi
Home: Bekasi, Indonesia
About Me: Seseorang yang dilahirkan ke Dunia ini di Rumah Sakit Koja Jakarta, bertahun-tahun Silam...Memulai kehidupannya yang berliku-liku di sebuah rumah di kawasan Tanjung Priuk..Di Usia yang masih muda (6 tahun) dia beralih ke Bekasi, meninggalkan kampung halaman tempat kelahirannya..Hari demi hari dilaluinya dengan cucuran keringat dan darah, rasa lelah,lapar dan haus.. Dua belas tahun berlalu dan dia kembali harus meninggalkan kota tempat dia dibesarkan. Sekarang, dia terdampar disebuah pondok bernama "Lambang Biru" di suatu wilayah bernama Kober,Depok.. Hal itu dia lakukan untuk menambah ilmunya, karena dia ditakdirkan untuk menjadi Mahasiswa Fasilkom UI 2006. Dan dengan harapan untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya kelak, dia rela meninggalkan Kota Bekasi dan Keluarganya untuk menjalani kehidupannya yang keras. Sebagai seorang mahasiswa, dan jugaa....Sebagai Anak Kost.. .::The-End::.
See my complete profile
Google
Browse Category
Cari Catatan
Komentar Terakhir

PageRank Checker

Kamus Online
Waktu Sholat
Konversi Tanggal Hijriah
Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year
Tausiyah Singkat
Tidak layak jika seseorang
Menghinakan dirinya
Menganggap Ia mustahil
menjadi tokoh panutan
ataupun bentuk pesimistis lainnya
Buruk sangka seseorang
terhadap dirinya
menjadi penghalang terbesar
untuk meraih martabat yang tinggi
Pasrah dengan kekerdilan
dan menyengaja untuk membunuh
potensi yang telah Allah berikan
padanya
pandangan negatifmu
terhadap dirimu sendiri
menyebabkan kerendahanmu
dan pandangan positifmu terhadap
dirimu sendiri
Menjadi sebab kesuksesanmu


Merendahlah
Kau akan seperti Bintang
Berkilau dipandang orang
Janganlah seperti asap
yang mengangkat diri
Tinggi di langit
Padahal dirinya rendah."
(Rahmat Abdullah)


Ketahuilah bahwa sesungguhnya
kemenangan itu bersama
dengan kesabaran
keleluasaan itu bersama
dengan adanya kegelisahan
dan sesungguhnya
bersama dengan kesulitan itu
ada kemudahan
(HR.Tirmidzi)


Pandangan mata,
selalu menipu.
Pandangan akal,
selalu tersalah.
Pandangan nafsu,
selalu meluruh
Pandangan hati,
itulah yang Hakiki.
(Aa Gym)

Jakarta Today
Friend Test
Leaderboard
Create your own Friend Test here
Supported By

Powered by Blogger


blog-indonesia

Free Shoutbox 
        
        Technology Pioneer


BlogFam Community

Lomba Blogfam HUT Kemerdekaan RI ke 62

Add to Technorati Favorites


Indonesian Muslim Blogger


Ukhuwah