Friday, November 16, 2007

Pindahan

Assalamua'laikum...

Untuk Pembaca semuanya...
Saya hanya ingin memberitahukan satu hal,

Secara resmi saya sudah pindahan...
blog saya pindah ke www.berlizone.com

Alhamdulillah sudah memakai domain sendiri...

Jangan lupa mampir ya'....

Wassalam....

Sunday, September 23, 2007

Karena Saya Merindukannya

Hari minggu setelah sahur dan sholat subuh, saya atau lebih tepatnya kami sekeluarga (maksudnya bukan saya yang sudah berkeluarga ya’, tapi saya beserta orangtua dan anggota keluarga lainnya) melakukan kegiatan yang sebenarnya sudah lama tidak kami lakukan bersama-sama. Yup, pada hari itu saya merasakan kembali nikmatnya melakukan tilawah Qur’an bersama-sama. Lalu apa istimewanya?? Sangat istimewa menurut saya. Sekilas memang tidak ada bedanya dengan tilawah-tilawah yang biasa saya lakukan sehari-hari dikampus atau dimana pun itu, apalagi sekarang bulan Ramadhan yang sejujurnya saya lagi semangat-semangatnya untuk mengkhatamkan Al-Quran beberapa kali. Bedanya kali ini saya lakukan bersama-sama dengan anggota keluarga. Namun justru disitulah istimewanya, jika diingat-ingat sebelumnya tidak terasa sudah hampir setahun kami tidak berkumpul untuk melakukan tilawah bareng tersebut. Alasannya sederhana masing-masing anggota keluarga sibuk dengan jadwal kegiatannya masing-masing.

Setelah berpikir sesaat, ternyata saya menyadari bahwa waktu yang saya sisihkan bersama keluarga sangatlah minim. Yah mungkin seperti yang pembaca ketahui, jadwal kuliah saya penuh sampai Jum’at dan berada di kost selama 5 hari tersebut. Pulang ke rumah Jum’at malam, itupun biasanya setelah sampai rumah hanya mengobrol sebentar dan kemudian langsung tidur karena memang sudah waktunya tidur. Hehehe.. Sabtunya, tidak sepenuhnya saya berada di rumah ada banyak agenda rutin yang biasa saya lakukan dan biasanya baru pulang jam 9 malam. Jadi baru hari minggu waktu untuk keluarga. Sayangnya tidak setiap minggu juga anggota keluarga kami semuanya berkumpul. Terkadang ibu saya pergi dinas keluar kota, kakak saya yang tetap berada di kostan, dan masih banyak hal lainnya.

Saya merindukan masa-masa ini, masa dimana semua anggota berkumpul dan melakukan sesuatu yang berarti manfaatnya. Alhamdulillah tilawah bareng satu keluarga kemarin sedikit mengobati kerinduan saya itu. Tidak banyak memang, kami hanya sempat membaca satu juz Al-Quran waktu itu. Alhamdulillah walaupun hanya sekitar satu setengah jam kami tilawah, kami masih diberi kesempatan untuk melakukannya karena siang harinya kedua orang tua saya ada urusan di Cirebon dan berangkat jam 10 via kereta. Subhanallah, begitu berharga dan nikmatnya waktu luang bersama keluarga itu. Waktu-waktu seperti itulah yang selalu saya rindukan. Ya’!? saya merindukannya karena Allah. Jadi terjawab deh kenapa itu begitu istimewa buat saya? Jawabannya karena sudah lama saya merindukannya. Hehehe….

Move to another topic, ngomong-ngomong sekarang ini sudah hari ke 10 di bulan Ramadhan yang artinya sudah 1/3 bulan yang terlewati. Sudah menjadi kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya, saya biasa melakukan evaluasi ibadah Ramadhan tiap 10 hari. Hasil evaluasinya, Alhamdulillah masih di dalam jalur target yang saya tetapkan di awal Ramadhan. Hmm..bagi yang sudah baca postingan sebelumnya, mungkin sudah tahu klo saya membawa misi balas dendam di ramadhan tahun ini. Saya berniat membalas kekurangan-kekurangan saya di Ramadhan tahun kemarin. Ya Allah, semoga hambamu ini tetap meluruskan niat ibadah Ramadhannya ini hanya karenaMu.

Wassalam…

BuBaR EtNiZ, Don't Miss It....

Selasa, 25 September 2007..

Akan ada acara buka puasa bareng khusus untuk anak-anak Etniz yang berkuliah di wilayah Depok dan sekitarnya...

Tempatnya di KanTek (kantin Fakultas Teknik UI). Kumpul jam 17.00 OnTime..
telat bayarin makanan satu angkatan..hehehe (boonk dink)

Acaranya :
- Buka Puasa Bersama
- Update Database anak Etniz
- Ngomongin apaa gituu..


Cp: Dyah (FKM UI)
Dodi (T.Sipil UI)

Wednesday, September 12, 2007

Ramadhan Returns

Wah, Alhamdulillah tanpa terasa ternyata sudah masuk bulan Ramadhan, bulan dimana umat muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan luar biasa meriah. Lah bagaimana tidak meriah wong Ramadhan itu sendiri bisa kita jadikan sebagai kejuaraan akbar dimana semua orang berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah untuk mendapatkan pahala. Lain lagi ceritanya jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari sudut pandang orang yang menganggap Ramadhan sebagai ajang Obral besar-besaran. Ibarat sebuah took yang mengobral harga barangnya,di bulan Ramadhan ini terjadi obral besar-besaran pahala. Jika di toko yang mengobral barang dagangannya itu kita membeli 1 bisa dapat 3, maka di Ramadhan ini amalan satu ibadah yang kita kerjakan senilai dengan beberapa kali lipat dari amalan yang kita kerjakan di bulan-bulan biasanya. Terlebih lagi, terdapat satu “Door Prize” Lailatul Qadar dalam Ramadhan ini dimana yang beruntung dan berusaha keraslah yang akan mendapatkannya.

Nah mumpung masih awal-awal, saya ingin mengajak para pembaca untuk mengejar bersama amalan-amalan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Mentari Ramadhan akan segera terbit dengan sinar terang penuh ampunan dan berkah. Mari hiasi detik-detik diri dengan amal yang lebih baik dari sebelumnya.

Terakhir, Jadikan Ramadhan ini menjadi momen terbaik untuk memperbaiki diri menuju pribadi muslim sejati. Sambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Mohon maaf atas segala khilaf.

“Selamat menunaikan ibadah puasa”

Friday, September 07, 2007

Seberapa Ketagihan NgeBlog-kah Kamu??

Setelah membaca artikel yang ditulis Ilman, di blognya yang berjudul Seberapa Ketagihan Ngeblognyakah Dirimu?? Jadi pengen ikutan jugha untuk mengetes diri untuk menjawab pertanyaan serupa…hehehe…

Coba buka http://mingle2.com/blog-addiction, website ini untuk mengukur seberapa ketagihannya diri kita dalam ngeblog.

Hasil pengukuran untuk saya sendiri adalah sebagai berikut ini :



70%How Addicted to Blogging Are You?

Yah, lumayan lah 70%, untungnya ga’ lebih dari 80 %, bisa bahaya jugha nih klo ketagihan. Hehehe…

Berminat, langsung aja klik di sini..

Tuesday, September 04, 2007

Ketika Rasa Syukur Menemani Hari-mu

Hmmm...Tulisan pertama saya di LemTaqwa (sebuah buletin kampus)...


“AHLAN WA SAHLAN PEJUANG MUDA FASILKOM UI 2007”. Demikian kalimat penyambutan yang tertulis pada sebuah spanduk yang ditujukan kepada Mahasiswa Baru atau biasa kita dengar dengan istilah Maba. Momen seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi tanda bahwa masa perkuliahan akan segera datang. Perasaan haru, bangga, bahagia, atau bahkan kecewa dari setiap orang turut mewarnai momen ini. Bagi Maba, sebagian mungkin merasa bangga karena kerja keras dan doanya selama di SMA membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkannya, sedangkan sebagian lainnya mungkin merasa kecewa karena dia diterima di Fakultas yang bukan pilihan pertamanya. Perasaan seperti itu pun berlaku untuk mahasiswa lama yang sudah lebih dahulu “berjuang” di Fasilkom. Sebagian merasa gembira sekaligus bangga karena berhasil melewati semester genap dengan lancar, lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan masih banyak alasan lainnya. Namun sebagian lainnya merasa kecewa karena mungkin nilai yang kurang memuaskan atau merasa kehilangan waktu liburan karena disibukkan oleh beraneka ragam kegiatan di kampus.

Satu pertanyaan yang patut kita pertanyakan adalah “Sudahkah kita bersyukur atas apa yang kita dapatkan sampai saat ini??”. Mungkin pertanyaan tersebut terdengar sangat sederhana namun sangat besar makna yang terkandung dibaliknya. Bersyukur bisa berarti mengingat setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Allah telah melipatkan nikmat-Nya untuk kita dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. Seperti yang Allah firmankan dalam surat Ibrahim “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS.Ibrahim:34). Diterimanya di universitas favorit, memiliki Indeks Prestasi yang memuaskan, memiliki kesehatan badan untuk menghadapi awal kuliah, bertemu kembali dengan sahabat seperjuangan, itu semua adalah nikmat pemberian Allah yang terkadang kita anggap sepele.

Secara teori bersyukur memang sederhana dan mudah melakukannya, namun pada kenyataannya mewujudkan rasa syukur itu sangatlah sulit karena selain sebagian besar dari kita cenderung lebih memikirkan apa yang kita dapatkan ketimbang berpikir darimana kita mendapatkan dan siapa yang memberikannya, bersyukur juga membutuhkan keikhlasan dalam penerapannya.

Lalu, bagaimana jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan?? Bagaimana cara kita bersyukur sedangkan kita sendiri dalam keadaan kecewa, baik itu karena tidak mendapatkan pilihan program studi pertama bagi Maba, ataupun karena keadaan kuliah kita anggap tidak begitu baik?? Saudaraku, begitu banyak obyek yang bisa kita jadikan alasan untuk bersyukur, karena apa yang kita alami dari detik awal sampai detik akhir kehidupan kita nanti adalah pemberian Allah yang sudah sepantasnya kita syukuri (atau bahkan sebenarnya wajib).

Coba deh kita renungi dahulu sejenak, apakah yang tidak kita dapatkan itu melebihi apa yang telah Allah berikan kepada kita?? Selalu berpikir positif adalah kuncinya. Lebih bijak jika kita mencari-cari dahulu kemungkinan-kemungkinan positif yang Allah rencanakan untuk kita. Sangat mungkin jika apa yang kita dapatkan sekarang adalah sesuatu yang sebenarnya terbaik untuk kita. Bisa juga kita merefleksikan diri apakah usaha dan doa kita sudah cukup untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, karena mungkin ada orang lain yang telah berusaha dan berdoa lebih keras dari kita dan mendapatkan apa yang sebenarnya kita inginkan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs.Al-Baqarah:216). Akan lebih baik jika kita mencari 1001 alasan untuk bersyukur terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk tidak mengungkapkan rasa syukur akibat kekecewaan tersebut. Terkadang, penyesalan dan kekecewaan itu bisa membunuh rasa syukur loh..

Eits,,tapi jangan salah mengartikan mensyukuri nikmat dalam kondisi yang menurut kita mengecewakan itu sebagai wujud pasrah dan menyerah untuk mendapatkan hal yang kita inginkan ya!? Memiliki sebuah harapan dan impian sangatlah indah, karena mungkin juga kan, kalau kita berusaha sedikit lebih keras kita masih bisa mendapatkan impian kita itu. Tapi yang terpenting, “Jangan khawatir dengan apa yang belum kita dapatkan, namun khawatirkan apa yang sudah kita dapatkan namun belum sempat kita syukuri”. Jadi, apa lagi yang kita tunggu?? Mari kita bersyukur atas semua yang Allah berikan sampai detik ini, lalu memulai yang baru dengan Basmallah....

Thursday, August 23, 2007

Kuliah Laghi, Semangat Laghi......

Dengan berakhirnya hari minggu nanti, maka berakhir pula masa-masa liburan bagi sebagian orang di kampus. Mengapa dikatakan sebagian, karena sebagian lainnya mungkin tidak sempat merasakan nikmatnya liburan ataupun bersantai-santai karena harus melakukan sesuatu agenda yang waktunya tepat di masa liburan semester genap.hehe... Sesuatu yang diakhiri pasti akan segera diawali dengan sesuatu yang baru, seperti akan segera dimulainya masa perkuliahan semester ganjil yang jatuh pada hari senin nanti. eh tapi itu di Fasilkom ya', ga' tau klo teman2 yang lain gimana. hehe... Rasanya sayang jugha klo kita hanya menyambut momen ini secara biasa-biasa saja, maksudnya akan lebih seru jika kita menyalakan api semangat dalam diri kita ini yang mungkin sempat padam. atawa lagi redup remang-remang. hehe...

Saya bisa sedikit berbagi tips yang mungkin berguna untuk menyalakan api semangat tersebut...

1. Tetapkan Target Semester ini
Yup!! Ibarat suatu kapal yang berlabuh di lautan tetapi ga' punya tujuan, kapal tersebut hanya akan mengalir mengikuti arus dan ombak yang ada, terdampar di pulau yang tidak sesuai dengan keinginannya, atau mungkin ditenggelamkan oleh ombak ditengah perjalanannya. Dari ilustrasi tadi udah ketauan kan maksudnya apa, jika kita tidak menyiapkan target yang dicapai tidak ada sesuatu hal yang kita tuju. Bisa jadi kita hanya mengikuti arus perkuliahan begitu saja.

2. Pelajari diri kita yang lalu
Ini nih yang mungkin cukup penting, dengan merefleksikan diri, kita bisa tahu apa kelebihan dan kekurangan kita semester lalu. Kalo bagus dan masih bisa kita pakai di semester baru ini, kalo kurang baik, bisa kita pebaiki khan??

3. Evaluasi,,,Evaluasi...
Perlukah?? tentu saja sangat perlu. evaluasi bukan cuma di akhir-akhir doank lowh, bisa jugha kan kita lakukan partisi 6 bulan kedepan menjadi 3 bulan sekali untuk evaluasi diri. Ngapain aja tuh pas evaluasi, intinya ya untuk merefresh semangat kita untuk tetap menyala.. hehehe...

Hmmm,,,segitu aja dulu deh tipsnya. Bukan berarti saya jugha sudah melakukan semua itu dengan sempurna lowh, saya hanya menuanggakan buah pikiran untuk dibagikan kepada para pembaca. lebih seru kalo mempersiapkannya bareng-bareng kan??

Semoga Bermanfaat....

Saturday, August 18, 2007

Timbul Mentor di Kamis yang Cerah

Kamis, 16 Agustus 2007

Hari ini ada kegiatan Team Building (Lebih akrab disebut Timbul) khusus Mentor PMB 2007. Acara yang content-nya itu terdiri dari tiga agenda utama dimulai tepat pukul 08.45, yaa paling tidak jam segitu yang tertulis dijadwal. Heheheh….. bilang aja kalo ngaret ya’.. Yup, saya tiba dikampus jam 08.44 versi jam di HP, lumayanlah masih satu menit lagi pikirku dalam hati (hehe..bahasanya so’ imut.. engga’ dink). Tapi sayangnya kenyataan berkata lain, setelah celingak-celinguk bentar mencari mentor lainnya ternyata belum terlihat satu orangpun yang hadir di Yuli,sesuai perencanaan sebelumnya kita janjian kumpul dulu di tempat ini tepat jam 08.45, dan sekali lagi saya katakan itu menurut jadwal. Hehe…

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 09.15 baru deh para mentor ngumpul dan siap untuk mobilisasi ke tempat acara yang tidak lain adalah samping danau di belakang Balairung. Dan akhirnya acarapun dimulai dengan doa oleh mas Yans yang entah kenapa tiba-tiba ditunjuk menjadi MC. (mungkin kalah suit kali ya’) hehe..

Agenda pertama adalah sharing dan tips oleh para X-Men (baca: Ex-Mentor). Para X-Men yang hadir memenuhi undangan adalah Aria 03, Smile 04, dan satu lagi Diko 03. Acara sharing ini dimoderatori oleh Chandra dan berlangsung sekitar 60 menit. Acara berikutnya itu adalah arahan singkat dari sang PO PMB Fasilkom yang bernama M.Ilman Akbar. Inti dari apa yang disampaikan beliau yang saya tangkap adalah membuat mentee-mentee menjadi lebih baik daripada mentornya.

Next, acara berlanjut ke agenda kedua yaitu simulasi mentoring. Percaya ato tidak acara ini yang bikin Timbul ini menjadi lebih meriah. Simulasi ini berbentuk studi kasus dimana setiap mentor yang ada dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setiap mentor mendapatkan satu kasus dan harus mensimulasikan penyelesaian terhadap setiap kasus yang ada. Teknis simulasinya, setiap orang dalam kelompok akan mendapatkan giliran untuk berpura-pura menjadi mentor sedangkan sisanya berpura-pura menjadi mentee. Hmmm…kayanya simulasi mentoring ini lebih susah daripada kalo ngisi mentor beneran, lah wong di simulasi ini yang pura-pura jadi mentee punya sifat yang aneh-aneh. Ada yang kepala batu, ada yang sotoy, ada yang depresian, sampe yang abstrak juga ada. Hehe.. Klo ntar mentee saya model kaya gini gimana ya’?? hehehe..

Acara berikutnya adalah penetapan pedoman mentor, tapi sebelum itu ada ishoma dulu. Kali ini kita pindah lokasi ke gedung C lantai 3 dan memanfaatkan ruang nganggur di sana. Hehehe.. Agenda terakhir ini tidak memakan terlalu banyak waktu karena kita hanya merevisi sebagian dari 102 poin pedoman mentor yang sudah ada sebelumnya. Kira-kira pukul 15.00 kurang sedikit acara pun selesai.

Nih berikut saya lampirkan slide show dokumentasi acaranya :