Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts

Sunday, September 23, 2007

Karena Saya Merindukannya

Hari minggu setelah sahur dan sholat subuh, saya atau lebih tepatnya kami sekeluarga (maksudnya bukan saya yang sudah berkeluarga ya’, tapi saya beserta orangtua dan anggota keluarga lainnya) melakukan kegiatan yang sebenarnya sudah lama tidak kami lakukan bersama-sama. Yup, pada hari itu saya merasakan kembali nikmatnya melakukan tilawah Qur’an bersama-sama. Lalu apa istimewanya?? Sangat istimewa menurut saya. Sekilas memang tidak ada bedanya dengan tilawah-tilawah yang biasa saya lakukan sehari-hari dikampus atau dimana pun itu, apalagi sekarang bulan Ramadhan yang sejujurnya saya lagi semangat-semangatnya untuk mengkhatamkan Al-Quran beberapa kali. Bedanya kali ini saya lakukan bersama-sama dengan anggota keluarga. Namun justru disitulah istimewanya, jika diingat-ingat sebelumnya tidak terasa sudah hampir setahun kami tidak berkumpul untuk melakukan tilawah bareng tersebut. Alasannya sederhana masing-masing anggota keluarga sibuk dengan jadwal kegiatannya masing-masing.

Setelah berpikir sesaat, ternyata saya menyadari bahwa waktu yang saya sisihkan bersama keluarga sangatlah minim. Yah mungkin seperti yang pembaca ketahui, jadwal kuliah saya penuh sampai Jum’at dan berada di kost selama 5 hari tersebut. Pulang ke rumah Jum’at malam, itupun biasanya setelah sampai rumah hanya mengobrol sebentar dan kemudian langsung tidur karena memang sudah waktunya tidur. Hehehe.. Sabtunya, tidak sepenuhnya saya berada di rumah ada banyak agenda rutin yang biasa saya lakukan dan biasanya baru pulang jam 9 malam. Jadi baru hari minggu waktu untuk keluarga. Sayangnya tidak setiap minggu juga anggota keluarga kami semuanya berkumpul. Terkadang ibu saya pergi dinas keluar kota, kakak saya yang tetap berada di kostan, dan masih banyak hal lainnya.

Saya merindukan masa-masa ini, masa dimana semua anggota berkumpul dan melakukan sesuatu yang berarti manfaatnya. Alhamdulillah tilawah bareng satu keluarga kemarin sedikit mengobati kerinduan saya itu. Tidak banyak memang, kami hanya sempat membaca satu juz Al-Quran waktu itu. Alhamdulillah walaupun hanya sekitar satu setengah jam kami tilawah, kami masih diberi kesempatan untuk melakukannya karena siang harinya kedua orang tua saya ada urusan di Cirebon dan berangkat jam 10 via kereta. Subhanallah, begitu berharga dan nikmatnya waktu luang bersama keluarga itu. Waktu-waktu seperti itulah yang selalu saya rindukan. Ya’!? saya merindukannya karena Allah. Jadi terjawab deh kenapa itu begitu istimewa buat saya? Jawabannya karena sudah lama saya merindukannya. Hehehe….

Move to another topic, ngomong-ngomong sekarang ini sudah hari ke 10 di bulan Ramadhan yang artinya sudah 1/3 bulan yang terlewati. Sudah menjadi kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya, saya biasa melakukan evaluasi ibadah Ramadhan tiap 10 hari. Hasil evaluasinya, Alhamdulillah masih di dalam jalur target yang saya tetapkan di awal Ramadhan. Hmm..bagi yang sudah baca postingan sebelumnya, mungkin sudah tahu klo saya membawa misi balas dendam di ramadhan tahun ini. Saya berniat membalas kekurangan-kekurangan saya di Ramadhan tahun kemarin. Ya Allah, semoga hambamu ini tetap meluruskan niat ibadah Ramadhannya ini hanya karenaMu.

Wassalam…

Friday, September 07, 2007

Seberapa Ketagihan NgeBlog-kah Kamu??

Setelah membaca artikel yang ditulis Ilman, di blognya yang berjudul Seberapa Ketagihan Ngeblognyakah Dirimu?? Jadi pengen ikutan jugha untuk mengetes diri untuk menjawab pertanyaan serupa…hehehe…

Coba buka http://mingle2.com/blog-addiction, website ini untuk mengukur seberapa ketagihannya diri kita dalam ngeblog.

Hasil pengukuran untuk saya sendiri adalah sebagai berikut ini :



70%How Addicted to Blogging Are You?

Yah, lumayan lah 70%, untungnya ga’ lebih dari 80 %, bisa bahaya jugha nih klo ketagihan. Hehehe…

Berminat, langsung aja klik di sini..

Thursday, August 09, 2007

Gerbang Harapan dan Senin Kelabu



Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Senin tanggal 5 Agustus 2007, adalah hari yang cukup menegangkan bagi saya. Yah bagaimana tidak wong hari itu adalah hari berlangsungnya UAS SP Kalkulus II. Namun masalah bukan terletak pada UASnya tapi kejadian mengerikan dibalik itu. Yup!? UAS berlangsung jam 9 pagi dan itu cukup normal untuk datang ke kampus tepat waktu. Terlebih lagi saya bangun seperti biasa (ga’ kesiangan maksudnya) dan tidak merasakan sesuatu yang janggal pada hari itu. (hehe..)

Perjalanan ke kampus pun dimulai tepat pukul 06.53 versi jam di Handphone saya, dan itu merupakan waktu yang masih cukup pagi untuk menempuh jarak Bekasi – Depok yang hanya 30 Km itu. Sekedar info tambahan, dengan keadaan yang normal dan lancar Bekasi – Depok biasa saya tempuh dengan kurun waktu 45 Menit dengan menaiki Silver Light (nama Honda Jazz orang tua yang saya pinjam..hehe..). Sebelum berangkat pun saya sudah memperkirakan bahwa worst case-nya saya akan sampai di kampus pukul 08.00 atau lebih-lebih dikitlah. Rute pilihan yang saya ambil adalah Kemang-Narogong-Jatiasih-Lenteng Agung-Depok. Lima menit pertama perjalanan masih terasa lancar, sampai akhirnya tiba-tiba arus lalu lintas menjadi sedikit padat merayap. Untungnya itu sudah saya perhitungkan sebelumnya karena alasan utama saya berangkat jam 7 pagi adalah untuk menoleransi kemacetan seperti ini. Dan saya pun masih merasa santai mengingat waktu yang masih 2 jam sebelum UAS dimulai. Yaaah....walaupun itu cuma berjalan sementar. Benar!! Hanya SEMENTARA. Setelah merasa mobil didepan tak kunjung beranjak dari tempatnya semula, saya mulai sedikit jenuh menunggu, iseng ngeliat jam rupanya sudah jam 07.28, iseng juga ngeliat meteran di dashboard mobil rupanya baru 3 Km dari rumah, dan akhirnya saya tersadar bahwa sudah 30 menit dan baru menempuh 1/10 dari jarak total perjalanan.

Menit berganti menit dan keadaan perjalanan pun belum membaik, sudah jam 8 lewat 10 menitan tapi kondisi perjalanan masih padat merayap, bahkan jarak tiap kendaraan sudah sangat merapat. Panik...Panik...ya saat itu rasanya sangat panik, resah, kesal, dan rasanya mau marah. Mau mukul kaca mobil, ntar malah kacanya pecah dan tangan saya yang patah. Mau teriak-teriak terus jejeritan histeris, ntar malah keberisikan sendiri karena ga’ ada orang lain di dalem Silver Light. Yasudah, mendingan dzikir sambil baca Qur’an kan. (hehe..bo’onk dink). Waktu sudah berjalan sampai jam 9, dan saya masih belum keluar dari wilayah Bekasi. Terus berjalan dan akhirnya berhasil masuk pintu tol (ini baru masuk tol lowh, belum keluar) tepat jam 9.12, yah! Saya sudah terlambat 12 menit dan masih berada di wilayah Bekasi. Lima Belas menit kurang sedikit berikutnya sudah terlihat gerbang harapan, yaitu gerbang tol Lenteng Agung 2 tempat saya keluar. Hmmm...entah mengapa saya merasa senang melihat gerbang harapan tersebut, seolah-olah perjalanan Bekasi-Depok akan segera berakhir. (padahal baru 2/3 perjalanan) hehehe.... tuh ada fotonya Gerbang Harapan yang dimaksud..

Perjalanan pun berakhir pada pukul 9.45, Subhanallah angkanya cantik sekali dan artinya pun begitu dalam (artinya saya sudah telat 45 menit dari waktu UAS yang dimulai pukul 9). Hmmm...Endingnya!! sambil tetap berusaha untuk tersenyum, saya mengerjakan soal-soal UAS dengan waktu yang tersisa. Trus hasilnya?? Entahlah.....hehehehe... Yang bisa saya lakukan setelahnya adalah mengambil hikmah bahwa tidak bangun kesiangan tidak menjamin kita tidak datang terlambat pada saat Ujian. (Hehehe....becanda2...) Intinya, setiap masalah dan hambatan bisa datang kapan saja sekalipun kita sudah menyiapkan rencana yang sempurna untuk menghindarinya, yang terpenting bukanlah seberapa besar masalah itu atau bagaimana cara menghindarinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah itu dan bagaimana kondisi kita setelah masalah itu berlalu, apakah menyisakan muka kusam dan rasa kesal ataukah rasa senyuman penuh keikhlasan yang tersisa.... (Hmmm....hehehehe....)

Teman satu TK yang Sekampus

Hmmm....setelah sekian lama saya menjajakan kaki di Fasilkom, akhirnya saya menemukan suatu hal yang sangat unik dan jarang sekali terjadi. Yup, ternyata salah seorang teman kampus saya di Fasilkom adalah teman saya waktu TK (baca:Taman kanak-kanak). Weks...Sahabat lama!? Pasti sudah kenal baik!! Yah idealnya memang begitu, tapi bahkan saya baru menyadari bahwa seorang Gregorio Ringo ternyata adalah teman satu TK saya setelah 6 bulan kuliah bersama.

Hahaha...aneh juga, ko’ bisa ga’ nyadar ya’? yah emang sejujurnya saya sudah lupa nama dan wajah teman-teman seperjuangan di masa Taman Kanak-kanak dahulu. Penemuan besar tersebut didapat melalui perbincangan singkat di sela-sela kuliah Alin (ketauan dah, jarang merhatiin dosen. hehe..). Berikut ini saya review pembicaraan kami...

Berli : Oi Nggo loe ntar balik ke kost??
Ringo : Gw balik ke Rumah..
Berli : Hoo,sabtu kan ada Rapat P&K..mank rumah loe dimana??
Ringo : Jakarta Utara, Tanjung Priok...
Berli : wah rumah gw juga dulu di sana..
Ringo : di daerah mana??
Berli : Deket islamic center, Jln.Cemara... tau ga’??
Ringo : Jalur angkot K-05 ya?
Berli : Tau deh, kayanya iya...
(beberapa saat kemudian kami berbicara tentang nama2 daerah di Tj.Priok, sampai akhirnya..)
Berli : oh, rumah loe di daerah walang.. Iya2 gw tau tuh..
Ringo : Wah, tau jugha loe...
Berli : Hmmm,,, (mulai mikir jangan2 si Ringgo temen sepermainan saya jaman dulu) Jangan-jangan loe satu TK
sama gw...
Ringo : Mank TK loe dimana??
Berli : TK Pelita..
Ringo : haha..gw juga dari TK Pelita..
Berli : Loe angkatan 94 ?? (memastikan klo kita satu angkatan)
Ringo : Iya,,,,
Berli : Berarti loe temen sekelas gw di TK dulu donk...
Ringo : Kayanya iya...
Berli : wah dulu kan Cuma ada satu kelas, gw dulu Group anggur,,, loe group apa Nggo?
(setelah itu kami mengenang masa muda kami di TK Pelita yang untungnya belum digusur hehe..)

Ternyata, bukan cuma saya tapi juga Ringgo tidak menyadari bahwa kita dulunya satu TK. Yah, wajarlah soalnya setelah lulus TK saya pindah ke Bekasi, mana foto TK dulu kebanjiran juga lagi. Hehe.. Dan ternyata foto TK yang pas rame-rame punya si Ringgo pun lenyap ditelan banjir. Padahal pengen liat tampang Ringgo waktu masih muda. Hehehehe...

Monday, July 09, 2007

Bulan Juli pun Tiba

Setelah lebih dari dua minggu, akhirnya Blog ini terupdate jugha… Jreng,,jreng,,jreng….Hehehe…

Yah, mau gimana lagi!! Bisa dibilang minggu-minggu kemarin itu adalah minggu super sibuk ditengah-tengah santainya liburan. (Bingung kan??)

Sedikit aneh mungkin, disaat kebanyakan orang-orang (yg seumuran ke bawah maksudnya) menikmati liburannya dengan riang gembira, saya malah bersibuk-sibuk ria dengan berbagai macam urusan. Hehehe…(sok sibuk mode : ON).

Btw, tulisan ini ditulis sesaat setelah Ujian Tengah Semester Pendek (klo disingkat UTSP kali ya’…) untuk mata kuliah Kalkulus II. Wuidih, soalnya nikmat. Hehehe….Becanda!! Sudahlah, bukan ujian Kalkulus yang mau diceritakan di sini. Para pembaca budiman, sebenarnya banyak yang bisa diceritakan, khususnya tentang menu kesibukkan saya dari kemaren-kemaren. Tapi rada bingung juga mau mulai darimana, jadi seingetnya aja deh.

Minggu terakhir di bulan Juni,

Lagi sibuk ngejer materi nih, materi Alin udah sampe bab 5 yang artinya udah setengah dari buku sumber yang habis dibahas. Sayang cuma bertahan sebentar, soalnya ada tugas bikin ScreenSaver Kalkulus yang isinya grafik-grafik fungsi yang dibikin pake MatLab dan waktu itu saya belum pernah menyentuh MatLab sebelumnya, jadinya ya’ terpaksa Ngubrak-ngabrik MatLab dulu seharian. Sampe akhirnya memaksa saya untuk dateng sabtu-sabtu ke kampus. Hehehe…. Agenda berlanjut ke hari minggu, hari ini waktunya LPJ Cawu 1 di salah satu organisasi yang saya terlibat di dalamnya. Sabtu sore saya udah sedikit merasa nyantai, karena tugas 70% beres dan berkas untuk LPJ udah siap cetak. Tapi sayang, tidak berjalan mulus sesuai rencana. Pertama, saya lupa klo printer yang masih berfungsi normal itu masih tertinggal di kostan. Akhirnya saya memutuskan untuk menumpang ngeprint di rumah salah seorang teman (karena belum minta ijin ke pihak yang bersangkutan terpaksa namanya di-amniahkan). Padahal sudah diingatkan untuk menyicil kerjanya. Syukron nih mba Anggun, pada akhirnya beliau deh yang menyiapkan LPJ-nya. (orangnya baca-baca blog ini ga’ ya?) hehe… Duh Kadept macam apa saya ini, menjaga koordinasi anggotanya saja masih kepayahan. Namun semua belum berakhir begitu aja, kembali ke tugas kalkulus, akhirnya saya lupa total untuk ngerjain tugas ini sampe selesei. Besoknya, alhamdulillah bisa selesai juga dah tuh tugas ScreenSavernya, tepatnya selesai sekitar 3 menitan sebelum kelas dimulai. Hehehe… Please, don’t try this at your work…

Bulan Juli-pun datang,

Awal bulan == Gajian. Di dunia perfilman lagi rame-ramenya film Transformers sampe akhirnya saya dan beberapa anak Fasilkom lainnya berniat untuk ke Detos sekedar mencari hiburan. Sebenarnya sih waktu kecil saya lumayan suka juga sama Transformers versi animenya jadi ada unsur-unsur mengenang masa muda juga deh. Hehehe… Sayangnya kita kehabisan tiket.. jadinya ya…..Pulang. hehehe… Btw, karena saya secara resmi sudah tergabung di dalam BEM dan FUKI, jadi nambah lagi deh amanah yang harus dipikul. (walah bahasanya…)

Oiya sebelum lupa, saya menceritakan pengalaman diatas bukan bermaksud untuk menonjolkan sikap mengeluhkan sesuatu, justru saya mencoba untuk mengajak siapa saja yang membaca blog ini mengambil hikmah agar tidak pernah mengeluh dalam mengerjakan sesuatu, karena bisa jadi itu adalah yang terbaik untuk kita jika kita menyikapinya dengan lebih bijak. Rasanya dicukupkan dulu untuk kesempatan ini. Seperti biasa, saya akan menutupnya dengan sepenggal tausiyah. Kali ini tausiyah yang saya dapatkan dari seseorang : “Suatu saat nanti akan tiba waktunya saat masa muda itu akan berlalu menjadi sebuah kenangan. Namun perasaan dan impian di masa muda itu tak akan menghilang, walaupun tertimbun di dalam kesibukan sehari-hari yang padat. Ia akan terus bersinar di suatu tempat yang istimewa di hati kita. Jadi janganlah kamu melupakannya”. Jazakallah Akhi, saya posting juga tausiyahnya Insya Allah berguna juga bagi yang lain.

Tuesday, June 19, 2007

Rasa Khawatir ??

Hmmm,,,sekarang mau cerita apa ya’?? hehehe..

Sekarang ini saya lagi sibuk-sibuknya SP atawa bahasa kerennya Semester Pendek. Yup, saya mengambil 6 sks untuk mata kuliah semester atas di SP ini, lumayanlah buat mempercepat kelulusan di Fasilkom nantinya (ato arti lainnya nyodok mata kuliah..). Heheehe... Yah, omong-omong sekarang ini juga lagi tegang-tegangnya nungguin nilai-nilai mata kuliah semester genap kemaren. Sampai saat tulisan ini di publish-pun baru satu dari 7 mata kuliah saya yang udah nongol nilai akhirnya. Hasilnya, cukup memuaskan walaupun masih sedikit kurang dari apa yang gw harapkan sebelumnya (Yah memang sudah sifat buruk manusia,tidak pernah merasa puas) hehehe... Tapi saya akui masih tersisa kekhawatiran yang amat sangat terhadap nilai-nilai lainnya.

Hmmm, btw selamat buat ade-ade kelas kuw yang kemaren dah pada lulus UAN. Biar kata UAN udah saya lewatin taun kemaren dengan suksesnya, di taun ini saya juga ikut merasakan tegangnya UAN lowh. Yah dua orang sepupu saya juga terlibat dalam UAN taun ini soalnya. Terlebih lagi ade saya juga masih menunggu pengumuman UAN SMP minggu depan. Jadi ya’ ketegangan UAN pun berdampak besar di lingkungan keluarga. Alhamdulillah kedua sepupu saya itu lulus semua, jadi rasa khawatir-pun sedikit berkurang.

Kenapa sih daritadi ngomonginnya rasa khawatir terus?? Hehehe.. maap2

Jadi gini, terinspirasi dari curhatan orang-orang sekitar yang mengeluhkan tentang berbagai hal. Ada yang mengkhawatirkan takut ga’ dapet Universitas yang diinginkan, ada yang khawatir karena nilai-nilai kuliah yang menurutnya kurang memuaskan, bahkan ada yang khawatir barang yang diinginkannya keburu dibeli orang karena tabungannya belum cukup. Sebelumnya maap ya kalo ada yang merasa curhatannya di share di sini, Insya Allah bisa diambil hikmahnya oleh semua yang baca tulisan ini.

Mungkin rasa khawatir itu sudah sangat dekat di keseharian kita, bahkan mungkin sewaktu-waktu kita juga membutuhkan rasa khawatir untuk membuat kita lebih siap menerima kenyataan pahit yang mungkin tidak kita harapkan. Contohnya ya’ bisa dibayangkan jika ada seseorang yang sudah sangat yakin (over-confident) terhadap suatu hal, tetapi ternyata kenyataan berkata lain. Mungkin hasilnya akan terasa lebih sakit bila dibanding dengan jika seandainya dia memiliki sedikit kekhawatiran. Tapi, sangat tidak bijak juga jika kita menjadikan kekhawatiran tersebut sebagai hambatan untuk tetap melangkah maju. Yaaa, semacam kekhawatiran yang berlebihan. Satu pertanyaan yang bisa kita tanyakan kepada diri kita sendiri, bagaimana sikap kita setelah rasa khawatir itu hilang sesuai dengan harapan kita?? Entah apa pun itu jawabannya, tapi mungkin akan ada kekhawatiran-kekhawatiran yang baru yang akan menggantikan yang lama. Pertanyaan inti-nya adalah apakah rasa syukur kita setelah suatu kekhawatiran terlewati dengan baik, sebanding dengan rasa kekhawatiran yang baru kita dapatkan?? Jawab saja dalam hati sebagai refleksi, tidak saya tagih ko’ jawabannya. Hehehe,,,

Terlalu panjang juga kalo menjabarkan “Khawatir” di blog ini. Intinya saya mencoba untuk mengingatkan teman-teman tentang beberapa baris kalimat ini “ Jangan khawatir dengan apa yang belum kamu dapatkan, tetapi khawatirkan apa yang sudah kamu dapatkan namun belum sempat kamu syukuri”.

Tuesday, June 12, 2007

12 Juni, 19 Tahun Silam

Hari selasa kemarin sedikit berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, bahkan bisa dibilang cukup spesial. Kenapa? Yah paling tidak sedikitnya ada dua alasan utama yang membuat hari ini terasa begitu indah (hehe…udah kaya apaan aja ya’?). Alasan pertamanya adalah karena hari ini merupakan batas akhir pengumpulan tugas 5 DPBO. Dan yang membuat itu begitu menyenangkan adalah saya (atau lebih tepatnya kami) sudah menyelesaikan tugas itu dengan mulus. Yaaahhh, sebelumnya saya,Yuan, dan Randy tetap dalam keadaan terjaga sampai jam 2 pagi ataw bahasa kerennya “kerja lembur” xixixixi:p. Tapi perjuangan itu tidak sia-sia karena jatah waktu tidur yang hanya 3 jam itu serasa tergantikan dengan sempurnanya tugas itu. Yah, endingnya tugas itu ter-upload dengan manisnya sekitar jam 8, atau masih tersisa 2 jam sampai batas akhir pengumpulan.

Alasan yang kedua dan yang paling penting adalah hari ini, Selasa 12 Juni, adalah hari yang menggenapkan usia saya menjadi 19 tahun. 12 Juni 19 tahun silam adalah hari pertama saya di dunia ini. Hehehe…. Wah, tak terasa sudah bertambah satu umurku ini. Tahun ini sedikit berbeda dari tahun kemaren, tercatat 76 ucapan selamat ultah dari inbox di Ponsel saya. (belum dihitung ucapan yang berasal dari email, FS dan media lainnya) Hehehe… Sabar-Sabar, bukan maksud untuk pamer atau apa ko’ Astagfirullah… Entah bagaimana arti sebuah ucapan selamat milad bagi teman-teman, tapi yang jelas ucapan-ucapan tersebut mengingatkan saya kembali akan sebuah arti persahabatan. Terkesan dibuat-buat ya’? hehe.. terserah bagaimana teman-teman menyikapinya, tapi sekarang ini saya serius lho… Ucapan-ucapan selamat yang saya dapat itu saya anggap sebagai wujud pengakuan, pengakuan seorang sahabat kepada sahabatnya. Mungkin terasa wajar jika hal tersebut datangnya dari orang-orang yang saat ini berada disekitar kuliah, tapi bagaimana jika hal itu berasal dari orang-orang yang jauh dari kita, baik yang jauh karena terpisah oleh jarak ataupun yang terpisah oleh waktu. Hehehe.. maksudnya terpisah oleh waktu itu bukannya teman dari zaman yang beda ya, tapi teman yang dulunya begitu akrab, sekarang sudah ga’ tau lagi kabarnya gimana. Paling tidak, itulah yang saya rasakan kemarin. Tidak sedikit dari ucapan-ucapan selamat milad yang saya dapatkan berasal dari teman-teman lama yang sejujurnya kabarnya jarang saya dengar, atau bahkan jarang terpikirkan dan mungkin hampir terlupakan. (klo kebetulan ada yang baca,maaf kan temanmu yang satu ini ya !?). Tapi justru disitulah saya diingatkan kembali akan arti sebuah ukhuwah. Ya benar, ibarat suatu janji, ukhuwah itu tidak akan terhapus oleh jarak dan tidak akan lekang karena waktu.

Dari ucapan-ucapan selamat yang saya dapatkan kemarin, tidak sedikit juga ucapan yang disertai tausiyah atau nasehat. Nah, oleh sebab itu saya ingin berbagi sedikit dari kata-kata itu. Yah! Paling tidak ketika membaca catatan ini, selain mendapatkan hiburan teman-teman juga mendapatkan sesuatu untuk direnungi dan bermanfaat. Suatu saat nanti akan tiba waktunya saat masa muda ini akan berlalu menjadi sebuah kenangan. Namun perasaan dan impian di masa muda itu tidak akan menghilang, walaupun tertimbun di dalam kesibukkan sehari-hari yang padat. Ia akan terus bersinar di suatu tempat yang istimewa di hati kita. Jadi janganlah kamu melupakannya. Hari ini kontrak hidup kita dengan dunia semakin berkurang, semoga kita dapat menggunakan kesempatan hari ini sebaik-baiknya. Semoga Allah mewarnai hari kita dengan keindahan dan kebahagiaan. Meskipun sesungguhnya penderitaan hidup itu dapat mengajarkan kita untuk menghargai kebaikan dan keindahan hidup itu sendiri.

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendoakan dan memberikan ucapan selamat, itu semua sudah menjadi kado terindah di tahun ini.

::SaLam::

Saturday, June 02, 2007

Sisi Lain Kehidupan Seekor Kecoak

Assalamua’laikum Wr. Wb

Yo’ welcome Back Guys! Dalam tulisan kali ini, saya akan mengajak para pembaca sekalian untuk meneliti sesuatu. Masih ingat ketika kita masih muda dulu (baca : masih kecil) disuruh Ibu Guru TK ngamatin tingkah laku hewan sebangsa semut, burung, kambing, sapi, ayam, kucing, lumba-lumba, katak, ikan pari, panda, beruang atau hewan lainnya ?? Buat yang waktu TK belum pernah merasakannya, jangan khawatir…Belum terlambat ko’. Hehehe…

Langsung aja yuks!! Hewan yang kita teliti kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah binatang kecil berkaki enam (eh klo ga’ salah ya’) dan bergerigi yang biasa muncul di malam hari di belakang lemari, kolong meja, kamar mandi atau bahkan saat ini ada belakang kamu. He..he.. Yup benar, hewan itu adalah Kecoak (~backsound: Jreng,,Jreng,,Jreng,,Jreng). Hah ?? Serius nih!! Kenapa ngomongin kecoak? Kaya ga’ ada kerjaan aja. Sabar kawan, walaupun harus diakui secara tidak sengaja saya melihat kecoak lewat di rumah dan dengan ketidak ada kerjaannya saya berniat untuk mengetahui jalan hidup sang kecoak tersebut. Terlintas dalam pikiran saya untuk mencari tahu informasi menarik tentang kecoak, sampai akhirnya saya memutuskan untuk Googling (istilah akrab dalam mencari informasi menggunakan situs Google). Hasilnya, Subhanallah!! Banyak sekali informasi tentang sang Kecoak itu.

Kecoak ternyata sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu, dan ternyata dia tidak banyak berevolusi seperti kebanyakan hewan-hewan lainnya. Sang kecoak ternyata juga ditakdirkan untuk bertahan di segala macam kondisi seperti panas menyengat atau dingin membeku, terlebih lagi kecoak juga lebih resisten terhadap radiasi ketimbang makhluk lain. Binatang ini mampu bertahan hidup tanpa kepala sampai sebulan, sampai akhirnya dia mati kelaparan. Benar kawan, kecoak tidak membutuhkan kepala untuk bernafas, bahkan otak sebagai alat kontrol tubuhnya. Kehilangan kepala tidak membuatnya kehilangan darah seperti kita.

Di alam bebas, ia menjadi santapan predatornya seperti burung, mamalia kecil, dan binatang amfibi. Namun kecoak kota (kecoak di perkotaan) nyaris tidak punya musuh, kecuali ya kita ini yang mati-matian berusaha untuk membunuh kecoak itu. Faktanya, kecoak memiliki pelindung yang kuat di punggungnya yang membuat ia tidak mudah mati dipukul. Oiya buat informasi nih, jangan kira kecoak langsung mati ketika dipukul ya! Beberapa menit kemudian kecoak itu akan kembali berjalan dan kabur entah kemana. (Hihihi,,,jangan tersinggung klo dibohongi kecoak ya’)

Dalam hal berkembang biak, kecoak bisa menghasilkan 40 ekor kecoak Junior dalam sebulan. Mereka adalah kaum Omnivora yang bisa memakan Feses, lem, sisa makanan di dapur, organisme mati (termasuk mayat manusia), bahkan keturunannya sendiri. Sayangnya kecoak bernasip buruk karena selain menjijikan bagi kebanyakan orang, kecoak dituding sebagai penyebar bakteri dan penyakit, juga dituduh menyebabkan gangguan pernapasan dan pemicu asma, serta mengontaminasi makanan. (huhuhu, binatang malang).

Tapi, apa benar kehadiran kecoak di dunia ini tidak ada gunanya sama sekali? Ya pasti ada dunx. Kecoak itu bagian dari rantai makanan. Kalau dia hilang, yaa…..tau sendiri kan gimana jadinya. Selain itu, kecoak membantu membersihkan lingkungan kita dari sisa-sia organisme. Dan yang paling menarik adalah, kecoak bisa dijadikan indikator kebersihan di rumah. Serius nih, jika kita sudah membersihkan rumah, tapi ternyata kecoaknya masih menginvasi dapur kita, bergembiralah. Percaya atau tidak, ini sesungguhnya bukti bahwa lingkungan rumah kita sudah bersih. Saking bersihnya sampai tidak menyediakan makanan bagi sang kecoak sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengorek-ngorek makanan di dapur. Eh tapi jangan diartikan rumah yang banyak kecoaknya itu bersih ya? Itu mah rumah yang banyak makanan kecoak namanya. Hehehe…

Selain itu, konon katanya kecoak mengandung protein yang tinggi juga lowh, asal kamunya tidak jijik aja. Hehehe… Bagi yang berminat, cara memasaknya adalah dengan mencabut dulu semua kaki dan sayapnya. Potong bagian kepala, dan buat irisan di tengah badan. Sebelum dipanggang, campur dengan bawang dan garam. Rasanya ?? jangan tanya ke saya, saya kan hanya menyampaikan loh, selanjutnya terserah anda. Hehehe…

Subhanallah, begitu banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari seekor kecoak yang biasanya hanya dipandang sebagai makhluk menjijikan. Padahal tidak ada yang Allah ciptakan di dunia ini dengan sia-sia. Tengok sebentar ayat Qur’an berikut ini yuks:

“dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.” (Q.S 16:13)

“Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”
(Q.S 16:17)

Mungkin itulah sekilas tentang romantika kehidupan sang kecoak. He..he.. buat yang masih kurang berminat ngomongin kecoak, ini Cuma selingan doank ko’. Ketahuilah sahabatku, bahwa ngomongin kecoak dan mengambil pelajaran darinya itu jauh lebih baik daripada tertawa bahagia membicarakan keburukan seseorang. Hehehe..

Wassalam..

**banyak mengutip dari artikel "Kecoak Tanda Lingkungan Bersih", Dwiwati Riandhini.Majalah Intisari No.495, Oktober 2004.

Thursday, May 31, 2007

Babak Pertama Berakhir Sudah

Assalamua’laikum Wr.Wb

Dengan berakhirnya minggu ini, maka berakhir juga UAS babak pertama gw di Fasilkom untuk semester ini. Hmmm…kenapa disebut babak pertama ya? Alasannya sederhana ko’ karena emang Zaman-zamannya UAS di kampus kan Cuma 2 minggu, dan gw mempartisinya menjadi 2 babak. Buat yang belum tahu jadwal UAS gw di Fasilkom, biar lebih nyambung gw tulisin jadwalnya di sini :

Babak Pertama :

Senin, 28 Mei 2007 : KalkulusI

Rabu, 30 Mei 2007 : Pengantar Organisasi Komputer

Babak Kedua :

Senin, 4 Juni 2007 : DPBO (Ujian Tulis)

Rabu, 6 Juni 2007 : DPBO (Ujian Pemrograman)

Kamis, 7 Juni 2007 : Matematika Diskret II

Jum’at 8 Juni 2007 : Agama Islam

Yup,tulisan pertama di bulan Juni ini menandakan berakhirnya pekan pertama UAS semester ini. Yah, walaupun yang berkurang setengahnya itu Cuma periodenya doank. Hehehe… Cukup,cukup, sekarang mari kita Flash Back ke hari-hari sebelumnya.

Senin,28 Mei 2007

Hmmm, Kalkulus I ya ! sejujurnya mata kuliah ini adalah yang paling misterius di semester ini. Lho Ko’..!!! Karena selama ini gw sendiri ga’ tau nilai-nilai kalkulus gw itu nasipnya gimana. Hehehe,,,sebabnya emang karena nilai-nilai Quiz dan UTS kemarin ga’ ada satupun yang gw tau nilainya (karena emang ga’ dibagiin). Tapi ga’ buta-buta amat sih, karena Ibu Kasiah udah pernah menjelaskan tentang sistem penilaiannya jadi paling engga’ “Sedikit” berbayang.

Ternyata, UAS kemaren….Soalnya Susah. Hehehe.. Subhanallah, soal kalkulus ini tidak bisa dikerjakan jika tidak mengerahkan segenap kemampuan yang kita miliki….Untungnya bobot total soalnya 120, jadi bisa dibilang ada bonus 20% dari nilai 100. Yah, sudahlah, sudah berikhtiar tinggal tawakal.. Oiya, setelah UAS kalkulus selesei, gw dan teman-teman 2006 mencoba menghibur diri dengan maen Bola di BalaiRung. Lumayan lah puas membantai lawan 10-2. Mencetak 4 dari 10 gol cukup untuk sekedar Refreshing. hehehe..

Rabu, 30 Mei 2007

Hari ini waktunya UAS POK, berbeda dengan kalkulus kemaren yang sebelumnya ga’ punya dendam pribadi sama mata kuliah itu. Hari ini gw bertekat untuk “balas dendam” terhadap POK setelah UTS kemaren nilai gw kurang begitu memuaskan. Oiya hari selasanya bisa dibilang gw belajar abis-abisan seharian penuh, dari selasa pagi sampe rabu paginya. Hehehe… Yah pada akhirnya gw emang mendapatkan keuntungan besar dari setelah berjuang seharian, dibanding Kalkulus kemaren gw lebih menikmati soal UAS POK ini. Tapi parahnya, ternyata gw baru menyadari kalo UTS kemaren itu tidak terlalu sulit juga. Tapi gw ga’ menyesal ko’, mengambil hikmah adalah pilihan terbaik dalam menutupi penyesalan. Kalau UTS kemaren bagus kan, mungkin gw ga’ akan belajar seserius ini. Paling tidak dari situ gw diingatkan kembali bahwa kerja keras diperlukan untuk mendapatkan sesuatu yang besar.

Yup agaknya segitu dulu untuk hari ini,

Ada sedikit Tausiah nih :

“Tulislah setiap Kesusahan dan kesedihan di atas pasir, biarkan angin keikhlasan membawa jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. La Takhof Wa La Tahzan”

Wassalam..

Sesuatu Yang Baru

Lho, ko' judulnya gitu ya'??
Ya mungkin bagi beberapa orang yang baru mengunjungi blog ini masih kurang 'ngeh' dengan judul di atas...
Tapi bagi yang sudah cukup sering berkunjung, atau minimal pernah melihat blog ini sebelumnya pasti sudah menyadari ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah dijumpai di sini...
Yup Betul, Blog ini sudah berganti wujudnya, dari yang dulunya didominasi oleh warna hitam kini berganti menjadi Putih dan Hijau...
Yah sebenarnya siyh, ga' ada alasan khusus kenapa mengganti tampilannya, tapi yang jelas semua itu untuk keadaan yang lebih baik lagi. (apaan seh?)

Hehehe....Udah,udah....
Ko' suram amat pembicaraan ya'....
ya' mungkin saat mengetikkan tulisan ini, gw lagi ga' ada ide untuk ngomong apaan...
maklum, seharian merombak Blog ternyata melelahkan juga...
(ini tulisan pertama di tampilan yang baru lowh)
Oiya, sedikit berbagi cerita, sebenarnya siy gw baru-baru ini aja bertekat menulis-menulis Blog ini lagi mungkin karena sekarang komunitas Penguna Blog udah banyak, apalagi teman-teman seangkatan gw sekarang juga udah pada mengenal Blog...

Satu lagi yang cukup memotivasi gw untuk kembali "mengurusi" blog ini, tidak lain karena tekad untuk melatih sense dan skill gw dalam urusan tulis menulis...
Karena tulisan ini akan gw jadikan sebagai langkah awal untuk merubah Kehidupan Blog gw yang dulunya suram (dengan warnanya yg item-item kaya tikus selokan)
menjadi lebih cerah bersinar....Jreng,,Jreng,,Jreng,,,

Tuesday, October 24, 2006

Maaf


M
emaafkan,,,bukan bagaimana kita mendengar untaian kata-kata maaf yang terangkai indah, tetapi bagaimana kita dapat memahaminya. Memaafkan bukan bagaimana kita mampu melupakan suatu hal, melainkan bagaimana kita mampu untuk mengikhlaskannya....

Taqabalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum...

Yup!! Bulan Syawal telah tiba sekaligus mengantarkan kepergian Ramadhan tahun ini...
Semoga Allah masih mencukupi umur kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan" berikutnya..