Jasa Renovasi Rumah di Jakarta Timur
Jasa Renovasi Rumah di Bekasi
Jasa Bangun Rumah di Depok
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Al Anbiyaa’: 30)
Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, ternyata air mempunyai kekuatan yang dahsyat. Setidaknya itulah yang menjadi kesimpulan dalam bukunya yang berjudul “The Hidden Message in Water”. Bahwasanya air mempunyai indra yang dapat merasa, mencium, berbuat, dan banyak lainnya. Penelitian yang dilakukan mungkin agak terlihat sedikit unik, yaitu dengan cara mengambil sampel air keran yang dimasukkan ke dalam gelas. Gelas-gelas tersebut kemudian diberi label berupa tulisan. Salah satu gelas diberi label dengan tulisan ”Terima Kasih”, sedangkan gelas lainnya diberi label dengan tulisan “Kamu Bodoh”. Lalu kedua gelas tersebut didiamkan beberapa saat (semalam) untuk selanjutnya dibekukan sampai menjadi es. Es tersebutlah yang diambil sampelnya untuk dilihat dengan mikroskop dan di foto. Hasilnya sungguh menakjubkan, dimana gelas dengan tulisan “Terima Kasih” membentuk heksagonal dengan butiran kristal yang sangat indah.
Setelah berpikir sesaat, ternyata saya menyadari bahwa waktu yang saya sisihkan bersama keluarga sangatlah minim. Yah mungkin seperti yang pembaca ketahui, jadwal kuliah saya penuh sampai Jum’at dan berada di kost selama 5 hari tersebut. Pulang ke rumah Jum’at malam, itupun biasanya setelah sampai rumah hanya mengobrol sebentar dan kemudian langsung tidur karena memang sudah waktunya tidur. Hehehe.. Sabtunya, tidak sepenuhnya saya berada di rumah ada banyak agenda rutin yang biasa saya lakukan dan biasanya baru pulang jam 9 malam. Jadi baru hari minggu waktu untuk keluarga. Sayangnya tidak setiap minggu juga anggota keluarga kami semuanya berkumpul. Terkadang ibu saya pergi dinas keluar kota, kakak saya yang tetap berada di kostan, dan masih banyak hal lainnya.
Saya merindukan masa-masa ini, masa dimana semua anggota berkumpul dan melakukan sesuatu yang berarti manfaatnya. Alhamdulillah tilawah bareng satu keluarga kemarin sedikit mengobati kerinduan saya itu. Tidak banyak memang, kami hanya sempat membaca satu juz Al-Quran waktu itu. Alhamdulillah walaupun hanya sekitar satu setengah jam kami tilawah, kami masih diberi kesempatan untuk melakukannya karena siang harinya kedua orang tua saya ada urusan di Cirebon dan berangkat jam 10 via kereta. Subhanallah, begitu berharga dan nikmatnya waktu luang bersama keluarga itu. Waktu-waktu seperti itulah yang selalu saya rindukan. Ya’!? saya merindukannya karena Allah. Jadi terjawab deh kenapa itu begitu istimewa buat saya? Jawabannya karena sudah lama saya merindukannya. Hehehe….
Move to another topic, ngomong-ngomong sekarang ini sudah hari ke 10 di bulan Ramadhan yang artinya sudah 1/3 bulan yang terlewati. Sudah menjadi kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya, saya biasa melakukan evaluasi ibadah Ramadhan tiap 10 hari. Hasil evaluasinya, Alhamdulillah masih di dalam jalur target yang saya tetapkan di awal Ramadhan. Hmm..bagi yang sudah baca postingan sebelumnya, mungkin sudah tahu klo saya membawa misi balas dendam di ramadhan tahun ini. Saya berniat membalas kekurangan-kekurangan saya di Ramadhan tahun kemarin. Ya Allah, semoga hambamu ini tetap meluruskan niat ibadah Ramadhannya ini hanya karenaMu.
Wassalam…
Wah, Alhamdulillah tanpa terasa ternyata sudah masuk bulan Ramadhan, bulan dimana umat muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan luar biasa meriah. Lah bagaimana tidak meriah wong Ramadhan itu sendiri bisa kita jadikan sebagai kejuaraan akbar dimana semua orang berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah untuk mendapatkan pahala. Lain lagi ceritanya jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari sudut pandang orang yang menganggap Ramadhan sebagai ajang Obral besar-besaran. Ibarat sebuah took yang mengobral harga barangnya,di bulan Ramadhan ini terjadi obral besar-besaran pahala. Jika di toko yang mengobral barang dagangannya itu kita membeli 1 bisa dapat 3, maka di Ramadhan ini amalan satu ibadah yang kita kerjakan senilai dengan beberapa kali lipat dari amalan yang kita kerjakan di bulan-bulan biasanya. Terlebih lagi, terdapat satu “Door Prize” Lailatul Qadar dalam Ramadhan ini dimana yang beruntung dan berusaha keraslah yang akan mendapatkannya.
Nah mumpung masih awal-awal, saya ingin mengajak para pembaca untuk mengejar bersama amalan-amalan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Mentari Ramadhan akan segera terbit dengan sinar terang penuh ampunan dan berkah. Mari hiasi detik-detik diri dengan amal yang lebih baik dari sebelumnya.
Terakhir, Jadikan Ramadhan ini menjadi momen terbaik untuk memperbaiki diri menuju pribadi muslim sejati. Sambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Mohon maaf atas segala khilaf.
“Selamat menunaikan ibadah puasa”
Setelah membaca artikel yang ditulis Ilman, di blognya yang berjudul Seberapa Ketagihan Ngeblognyakah Dirimu?? Jadi pengen ikutan jugha untuk mengetes diri untuk menjawab pertanyaan serupa…hehehe…
Hasil pengukuran untuk saya sendiri adalah sebagai berikut ini :
Yah, lumayan lah 70%, untungnya ga’ lebih dari 80 %, bisa bahaya jugha nih klo ketagihan. Hehehe…
Berminat, langsung aja klik di sini..
Hmmm...Tulisan pertama saya di LemTaqwa (sebuah buletin kampus)...
“AHLAN WA SAHLAN PEJUANG MUDA FASILKOM UI 2007”. Demikian kalimat penyambutan yang tertulis pada sebuah spanduk yang ditujukan kepada Mahasiswa Baru atau biasa kita dengar dengan istilah Maba. Momen seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi tanda bahwa masa perkuliahan akan segera datang. Perasaan haru, bangga, bahagia, atau bahkan kecewa dari setiap orang turut mewarnai momen ini. Bagi Maba, sebagian mungkin merasa bangga karena kerja keras dan doanya selama di SMA membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkannya, sedangkan sebagian lainnya mungkin merasa kecewa karena dia diterima di Fakultas yang bukan pilihan pertamanya. Perasaan seperti itu pun berlaku untuk mahasiswa lama yang sudah lebih dahulu “berjuang” di Fasilkom. Sebagian merasa gembira sekaligus bangga karena berhasil melewati semester genap dengan lancar, lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan masih banyak alasan lainnya. Namun sebagian lainnya merasa kecewa karena mungkin nilai yang kurang memuaskan atau merasa kehilangan waktu liburan karena disibukkan oleh beraneka ragam kegiatan di kampus.
Secara teori bersyukur memang sederhana dan mudah melakukannya, namun pada kenyataannya mewujudkan rasa syukur itu sangatlah sulit karena selain sebagian besar dari kita cenderung lebih memikirkan apa yang kita dapatkan ketimbang berpikir darimana kita mendapatkan dan siapa yang memberikannya, bersyukur juga membutuhkan keikhlasan dalam penerapannya.
Lalu, bagaimana jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan?? Bagaimana cara kita bersyukur sedangkan kita sendiri dalam keadaan kecewa, baik itu karena tidak mendapatkan pilihan program studi pertama bagi Maba, ataupun karena keadaan kuliah kita anggap tidak begitu baik?? Saudaraku, begitu banyak obyek yang bisa kita jadikan alasan untuk bersyukur, karena apa yang kita alami dari detik awal sampai detik akhir kehidupan kita nanti adalah pemberian Allah yang sudah sepantasnya kita syukuri (atau bahkan sebenarnya wajib).
Coba deh kita renungi dahulu sejenak, apakah yang tidak kita dapatkan itu melebihi apa yang telah Allah berikan kepada kita?? Selalu berpikir positif adalah kuncinya. Lebih bijak jika kita mencari-cari dahulu kemungkinan-kemungkinan positif yang Allah rencanakan untuk kita. Sangat mungkin jika apa yang kita dapatkan sekarang adalah sesuatu yang sebenarnya terbaik untuk kita. Bisa juga kita merefleksikan diri apakah usaha dan doa kita sudah cukup untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, karena mungkin ada orang lain yang telah berusaha dan berdoa lebih keras dari kita dan mendapatkan apa yang sebenarnya kita inginkan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs.Al-Baqarah:216). Akan lebih baik jika kita mencari 1001 alasan untuk bersyukur terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk tidak mengungkapkan rasa syukur akibat kekecewaan tersebut. Terkadang, penyesalan dan kekecewaan itu bisa membunuh rasa syukur loh..
Kamis, 16 Agustus 2007
Hari ini ada kegiatan Team Building (Lebih akrab disebut Timbul) khusus Mentor PMB 2007. Acara yang content-nya itu terdiri dari tiga agenda utama dimulai tepat pukul 08.45, yaa paling tidak jam segitu yang tertulis dijadwal. Heheheh….. bilang aja kalo ngaret ya’.. Yup, saya tiba dikampus jam 08.44 versi jam di HP, lumayanlah masih satu menit lagi pikirku dalam hati (hehe..bahasanya so’ imut.. engga’ dink). Tapi sayangnya kenyataan berkata lain, setelah celingak-celinguk bentar mencari mentor lainnya ternyata belum terlihat satu orangpun yang hadir di Yuli,sesuai perencanaan sebelumnya kita janjian kumpul dulu di tempat ini tepat jam 08.45, dan sekali lagi saya katakan itu menurut jadwal. Hehe…
Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 09.15 baru deh para mentor ngumpul dan siap untuk mobilisasi ke tempat acara yang tidak lain adalah samping danau di belakang Balairung. Dan akhirnya acarapun dimulai dengan doa oleh mas Yans yang entah kenapa tiba-tiba ditunjuk menjadi MC. (mungkin kalah suit kali ya’) hehe..
Agenda pertama adalah sharing dan tips oleh para X-Men (baca: Ex-Mentor). Para X-Men yang hadir memenuhi undangan adalah Aria 03, Smile 04, dan satu lagi Diko 03. Acara sharing ini dimoderatori oleh Chandra dan berlangsung sekitar 60 menit. Acara berikutnya itu adalah arahan singkat dari sang PO PMB Fasilkom yang bernama M.Ilman Akbar. Inti dari apa yang disampaikan beliau yang saya tangkap adalah membuat mentee-mentee menjadi lebih baik daripada mentornya.
Next, acara berlanjut ke agenda kedua yaitu simulasi mentoring. Percaya ato tidak acara ini yang bikin Timbul ini menjadi lebih meriah. Simulasi ini berbentuk studi kasus dimana setiap mentor yang ada dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setiap mentor mendapatkan satu kasus dan harus mensimulasikan penyelesaian terhadap setiap kasus yang ada. Teknis simulasinya, setiap orang dalam kelompok akan mendapatkan giliran untuk berpura-pura menjadi mentor sedangkan sisanya berpura-pura menjadi mentee. Hmmm…kayanya simulasi mentoring ini lebih susah daripada kalo ngisi mentor beneran, lah wong di simulasi ini yang pura-pura jadi mentee punya sifat yang aneh-aneh. Ada yang kepala batu, ada yang sotoy, ada yang depresian, sampe yang abstrak juga ada. Hehe.. Klo ntar mentee saya model kaya gini gimana ya’?? hehehe..
Acara berikutnya adalah penetapan pedoman mentor, tapi sebelum itu ada ishoma dulu. Kali ini kita pindah lokasi ke gedung C lantai 3 dan memanfaatkan ruang nganggur di sana. Hehehe.. Agenda terakhir ini tidak memakan terlalu banyak waktu karena kita hanya merevisi sebagian dari 102 poin pedoman mentor yang sudah ada sebelumnya. Kira-kira pukul 15.00 kurang sedikit acara pun selesai.
Nih berikut saya lampirkan slide show dokumentasi acaranya :
Hari ini ada agenda P&K yang bernama “Training for Staff”. Acara yang berbentuk pelatihan dan ditujukan untuk staff Fasilkom (Janitor, Satpam, orang kantin, dan staff lainnya) ini belangsung cukup meriah dan ramai (emang acara ulang taun anak TK ya... Hehe) Dikepalai oleh Roma yang bertindak sebagai
Dibuka dengan briefing panitia tepat pukul 08.00. Menurut salah seorang panitia yang mengikuti briefing tersebut (saya ga’ ikutan briefing.hehehe…) hanya ada beberapa orang panitia yang hadir saat itu. Berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya acara dimulai tepat pukul 09.00, yaitu setelah peserta melakukan registrasi, namun ternyata acara tersebut tidak bisa dimulai sesuai jadwal yang ada mengingat jumlah peserta yang hadir saat itu baru 2 orang. Akhirnya, panitia meminta bantuan kepada peserta yang sudah hadir tersebut untuk mengajak peserta-peserta lainnya agar bersegera memasuki Lab 1106 tempat training dilaksanakan. Hasilnya sekitar pukul 09.30 acara pun dimulai, dengan diawali doa tentunya. Setelah diselidiki (cuma pendapat pribadi) sebenarnya para peserta sudah datang dari pagi namun kebanyakan masih malu-malu untuk mendaftar.
Acara Training for Staff ini dibagi menjadi dua sesi ditambah satu kali istirahat. Sesi pertama yaitu materi tentang Ms.Word berlangsung sampai pukul 12.00. Pada sesi satu ini peserta dibekali oleh sebuah modul dan bentuk penyampaian materi adalah berupa tutorial oleh saudara Hisma Mulya a.k.a Mamaz yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai pembicara, serta beberapa panitia yang bertindak sebagai asisten untuk mendampingi setiap peserta. Sesi satu ini diakhiri dengan pembuatan tabel pada Ms.Word yang merupakan pembahasan terakhir pada modul, dilanjut dengan istirahat untuk makan siang dan sholat dzuhur.
Berlanjut ke sesi dua yang dimulai pukul 13.00. Dalam sesi ini materi yang dibahas adalah pengenalan internet, termasuk di dalamnya pengenalan tentang browser, browsing, dan pengenalan email (dari pembuatan account sampai tatacara pengiriman email). Penyampaian materi tidak jauh berbeda dengan sesi satu, bedanya kali ini peserta tidak mendapatkan modul tambahan.
Training for Staff berakhir tepat pukul 16.00. Diakhir acara, para peserta diminta untuk mengisi formulir feedback sebagai bahan evaluasi. Setelah acara selesai, tim P&K yang sekaligus panitia melakukan evaluasi. Dan harus diakui, acara ini berjalan dengan sangat sukses karena setelah membaca feedback dari peserta kami mengetahu bahwa peserta merasa puas dengan acara ini. Dan tampaknya usaha keras para anggota P&K untuk acara ini membuahkan hasil yang memuaskan.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Senin tanggal 5 Agustus 2007, adalah hari yang cukup menegangkan bagi saya. Yah bagaimana tidak wong hari itu adalah hari berlangsungnya UAS SP Kalkulus II. Namun masalah bukan terletak pada UASnya tapi kejadian mengerikan dibalik itu. Yup!? UAS berlangsung jam 9 pagi dan itu cukup normal untuk datang ke kampus tepat waktu. Terlebih lagi saya bangun seperti biasa (ga’ kesiangan maksudnya) dan tidak merasakan sesuatu yang janggal pada hari itu. (hehe..)
Perjalanan ke kampus pun dimulai tepat pukul 06.53 versi jam di Handphone saya, dan itu merupakan waktu yang masih cukup pagi untuk menempuh jarak Bekasi – Depok yang hanya 30 Km itu. Sekedar info tambahan, dengan keadaan yang normal dan lancar Bekasi – Depok biasa saya tempuh dengan kurun waktu 45 Menit dengan menaiki Silver Light (nama Honda Jazz orang tua yang saya pinjam..hehe..). Sebelum berangkat pun saya sudah memperkirakan bahwa worst case-nya saya akan sampai di kampus pukul 08.00 atau lebih-lebih dikitlah. Rute pilihan yang saya ambil adalah Kemang-Narogong-Jatiasih-Lenteng Agung-Depok. Lima menit pertama perjalanan masih terasa lancar, sampai akhirnya tiba-tiba arus lalu lintas menjadi sedikit padat merayap. Untungnya itu sudah saya perhitungkan sebelumnya karena alasan utama saya berangkat jam 7 pagi adalah untuk menoleransi kemacetan seperti ini. Dan saya pun masih merasa santai mengingat waktu yang masih 2 jam sebelum UAS dimulai. Yaaah....walaupun itu cuma berjalan sementar. Benar!! Hanya SEMENTARA. Setelah merasa mobil didepan tak kunjung beranjak dari tempatnya semula, saya mulai sedikit jenuh menunggu, iseng ngeliat jam rupanya sudah jam 07.28, iseng juga ngeliat meteran di dashboard mobil rupanya baru 3 Km dari rumah, dan akhirnya saya tersadar bahwa sudah 30 menit dan baru menempuh 1/10 dari jarak total perjalanan.
Menit berganti menit dan keadaan perjalanan pun belum membaik, sudah jam 8 lewat 10 menitan tapi kondisi perjalanan masih padat merayap, bahkan jarak tiap kendaraan sudah sangat merapat. Panik...Panik...ya saat itu rasanya sangat panik, resah, kesal, dan rasanya mau marah. Mau mukul kaca mobil, ntar malah kacanya pecah dan tangan saya yang patah. Mau teriak-teriak terus jejeritan histeris, ntar malah keberisikan sendiri karena ga’ ada orang lain di dalem
Silver Light. Yasudah, mendingan dzikir sambil baca Qur’an kan. (hehe..bo’onk dink). Waktu sudah berjalan sampai jam 9, dan saya masih belum keluar dari wilayah Bekasi. Terus berjalan dan akhirnya berhasil masuk pintu tol (ini baru masuk tol lowh, belum keluar) tepat jam 9.12, yah! Saya sudah terlambat 12 menit dan masih berada di wilayah Bekasi. Lima Belas menit kurang sedikit berikutnya sudah terlihat gerbang harapan, yaitu gerbang tol Lenteng Agung 2 tempat saya keluar. Hmmm...entah mengapa saya merasa senang melihat gerbang harapan tersebut, seolah-olah perjalanan Bekasi-Depok akan segera berakhir. (padahal baru 2/3 perjalanan) hehehe.... tuh ada fotonya Gerbang Harapan yang dimaksud..
Perjalanan pun berakhir pada pukul 9.45, Subhanallah angkanya cantik sekali dan artinya pun begitu dalam (artinya saya sudah telat 45 menit dari waktu UAS yang dimulai pukul 9). Hmmm...Endingnya!! sambil tetap berusaha untuk tersenyum, saya mengerjakan soal-soal UAS dengan waktu yang tersisa. Trus hasilnya?? Entahlah.....hehehehe... Yang bisa saya lakukan setelahnya adalah mengambil hikmah bahwa tidak bangun kesiangan tidak menjamin kita tidak datang terlambat pada saat Ujian. (Hehehe....becanda2...) Intinya, setiap masalah dan hambatan bisa datang kapan saja sekalipun kita sudah menyiapkan rencana yang sempurna untuk menghindarinya, yang terpenting bukanlah seberapa besar masalah itu atau bagaimana cara menghindarinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah itu dan bagaimana kondisi kita setelah masalah itu berlalu, apakah menyisakan muka kusam dan rasa kesal ataukah rasa senyuman penuh keikhlasan yang tersisa.... (Hmmm....hehehehe....)
Hahaha...aneh juga, ko’ bisa ga’ nyadar ya’? yah emang sejujurnya saya sudah lupa nama dan wajah teman-teman seperjuangan di masa Taman Kanak-kanak dahulu. Penemuan besar tersebut didapat melalui perbincangan singkat di sela-sela kuliah Alin (ketauan dah, jarang merhatiin dosen. hehe..). Berikut ini saya review pembicaraan kami...
Berli : Oi Nggo loe ntar balik ke kost??
Ringo : Gw balik ke Rumah..
Berli : Hoo,sabtu kan ada Rapat P&K..mank rumah loe dimana??
Ringo : Jakarta Utara, Tanjung Priok...
Berli : wah rumah gw juga dulu di sana..
Ringo : di daerah mana??
Berli : Deket islamic center, Jln.Cemara... tau ga’??
Ringo : Jalur angkot K-05 ya?
Berli : Tau deh, kayanya iya...
(beberapa saat kemudian kami berbicara tentang nama2 daerah di Tj.Priok, sampai akhirnya..)
Berli : oh, rumah loe di daerah walang.. Iya2 gw tau tuh..
Ringo : Wah, tau jugha loe...
Berli : Hmmm,,, (mulai mikir jangan2 si Ringgo temen sepermainan saya jaman dulu) Jangan-jangan loe satu TK
sama gw...
Ringo : Mank TK loe dimana??
Berli : TK Pelita..
Ringo : haha..gw juga dari TK Pelita..
Berli : Loe angkatan 94 ?? (memastikan klo kita satu angkatan)
Ringo : Iya,,,,
Berli : Berarti loe temen sekelas gw di TK dulu donk...
Ringo : Kayanya iya...
Berli : wah dulu kan Cuma ada satu kelas, gw dulu Group anggur,,, loe group apa Nggo?
(setelah itu kami mengenang masa muda kami di TK Pelita yang untungnya belum digusur hehe..)
Ternyata, bukan cuma saya tapi juga Ringgo tidak menyadari bahwa kita dulunya satu TK. Yah, wajarlah soalnya setelah lulus TK saya pindah ke Bekasi, mana foto TK dulu kebanjiran juga lagi. Hehe.. Dan ternyata foto TK yang pas rame-rame punya si Ringgo pun lenyap ditelan banjir. Padahal pengen liat tampang Ringgo waktu masih muda. Hehehehe...
Setelah lebih dari dua minggu, akhirnya Blog ini terupdate jugha… Jreng,,jreng,,jreng….Hehehe…
Yah, mau gimana lagi!! Bisa dibilang minggu-minggu kemarin itu adalah minggu super sibuk ditengah-tengah santainya liburan. (Bingung
Sedikit aneh mungkin, disaat kebanyakan orang-orang (yg seumuran ke bawah maksudnya) menikmati liburannya dengan riang gembira, saya malah bersibuk-sibuk ria dengan berbagai macam urusan. Hehehe…(sok sibuk mode : ON).
Btw, tulisan ini ditulis sesaat setelah Ujian Tengah Semester Pendek (klo disingkat UTSP kali ya’…) untuk mata kuliah Kalkulus II. Wuidih, soalnya nikmat. Hehehe….Becanda!! Sudahlah, bukan ujian Kalkulus yang mau diceritakan di sini.
Minggu terakhir di bulan Juni,
Lagi sibuk ngejer materi nih, materi Alin udah sampe bab 5 yang artinya udah setengah dari buku sumber yang habis dibahas. Sayang cuma bertahan sebentar, soalnya ada tugas bikin ScreenSaver Kalkulus yang isinya grafik-grafik fungsi yang dibikin pake MatLab dan waktu itu saya belum pernah menyentuh MatLab sebelumnya, jadinya ya’ terpaksa Ngubrak-ngabrik MatLab dulu seharian. Sampe akhirnya memaksa saya untuk dateng sabtu-sabtu ke kampus. Hehehe…. Agenda berlanjut ke hari minggu, hari ini waktunya LPJ Cawu 1 di salah satu organisasi yang saya terlibat di dalamnya. Sabtu sore saya udah sedikit merasa nyantai, karena tugas 70% beres dan berkas untuk LPJ udah siap cetak. Tapi sayang, tidak berjalan mulus sesuai rencana. Pertama, saya lupa klo printer yang masih berfungsi normal itu masih tertinggal di kostan. Akhirnya saya memutuskan untuk menumpang ngeprint di rumah salah seorang teman (karena belum minta ijin ke pihak yang bersangkutan terpaksa namanya di-amniahkan). Padahal sudah diingatkan untuk menyicil kerjanya. Syukron nih mba Anggun, pada akhirnya beliau deh yang menyiapkan LPJ-nya. (orangnya baca-baca blog ini ga’ ya?) hehe… Duh Kadept macam apa saya ini, menjaga koordinasi anggotanya saja masih kepayahan. Namun semua belum berakhir begitu aja, kembali ke tugas kalkulus, akhirnya saya lupa total untuk ngerjain tugas ini sampe selesei. Besoknya, alhamdulillah bisa selesai juga dah tuh tugas ScreenSavernya, tepatnya selesai sekitar 3 menitan sebelum kelas dimulai. Hehehe… Please, don’t try this at your work…
Bulan Juli-pun datang,
Awal bulan == Gajian. Di dunia perfilman lagi rame-ramenya film Transformers sampe akhirnya saya dan beberapa anak Fasilkom lainnya berniat untuk ke Detos sekedar mencari hiburan. Sebenarnya sih waktu kecil saya lumayan suka juga sama Transformers versi animenya jadi ada unsur-unsur mengenang masa muda juga deh. Hehehe… Sayangnya kita kehabisan tiket.. jadinya ya…..Pulang. hehehe… Btw, karena saya secara resmi sudah tergabung di dalam BEM dan FUKI, jadi nambah lagi deh amanah yang harus dipikul. (walah bahasanya…)
Oiya sebelum lupa, saya menceritakan pengalaman diatas bukan bermaksud untuk menonjolkan sikap mengeluhkan sesuatu, justru saya mencoba untuk mengajak siapa saja yang membaca blog ini mengambil hikmah agar tidak pernah mengeluh dalam mengerjakan sesuatu, karena bisa jadi itu adalah yang terbaik untuk kita jika kita menyikapinya dengan lebih bijak. Rasanya dicukupkan dulu untuk kesempatan ini. Seperti biasa, saya akan menutupnya dengan sepenggal tausiyah. Kali ini tausiyah yang saya dapatkan dari seseorang : “Suatu saat nanti akan tiba waktunya saat masa muda itu akan berlalu menjadi sebuah kenangan. Namun perasaan dan impian di masa muda itu tak akan menghilang, walaupun tertimbun di dalam kesibukan sehari-hari yang padat. Ia akan terus bersinar di suatu tempat yang istimewa di hati kita. Jadi janganlah kamu melupakannya”. Jazakallah Akhi, saya posting juga tausiyahnya Insya Allah berguna juga bagi yang lain.
Hmmm,,,sekarang mau cerita apa ya’?? hehehe..
Sekarang ini saya lagi sibuk-sibuknya SP atawa bahasa kerennya Semester Pendek. Yup, saya mengambil 6 sks untuk mata kuliah semester atas di SP ini, lumayanlah buat mempercepat kelulusan di Fasilkom nantinya (ato arti lainnya nyodok mata kuliah..). Heheehe... Yah, omong-omong sekarang ini juga lagi tegang-tegangnya nungguin nilai-nilai mata kuliah semester genap kemaren. Sampai saat tulisan ini di publish-pun baru satu dari 7 mata kuliah saya yang udah nongol nilai akhirnya. Hasilnya, cukup memuaskan walaupun masih sedikit kurang dari apa yang gw harapkan sebelumnya (Yah memang sudah sifat buruk manusia,tidak pernah merasa puas) hehehe... Tapi saya akui masih tersisa kekhawatiran yang amat sangat terhadap nilai-nilai lainnya.
Hmmm, btw selamat buat ade-ade kelas kuw yang kemaren dah pada lulus UAN. Biar kata UAN udah saya lewatin taun kemaren dengan suksesnya, di taun ini saya juga ikut merasakan tegangnya UAN lowh. Yah dua orang sepupu saya juga terlibat dalam UAN taun ini soalnya. Terlebih lagi ade saya juga masih menunggu pengumuman UAN SMP minggu depan. Jadi ya’ ketegangan UAN pun berdampak besar di lingkungan keluarga. Alhamdulillah kedua sepupu saya itu lulus semua, jadi rasa khawatir-pun sedikit berkurang.
Kenapa sih daritadi ngomonginnya rasa khawatir terus?? Hehehe.. maap2
Jadi gini, terinspirasi dari curhatan orang-orang sekitar yang mengeluhkan tentang berbagai hal. Ada yang mengkhawatirkan takut ga’ dapet Universitas yang diinginkan, ada yang khawatir karena nilai-nilai kuliah yang menurutnya kurang memuaskan, bahkan ada yang khawatir barang yang diinginkannya keburu dibeli orang karena tabungannya belum cukup. Sebelumnya maap ya kalo ada yang merasa curhatannya di share di sini, Insya Allah bisa diambil hikmahnya oleh semua yang baca tulisan ini.
Mungkin rasa khawatir itu sudah sangat dekat di keseharian kita, bahkan mungkin sewaktu-waktu kita juga membutuhkan rasa khawatir untuk membuat kita lebih siap menerima kenyataan pahit yang mungkin tidak kita harapkan. Contohnya ya’ bisa dibayangkan jika ada seseorang yang sudah sangat yakin (over-confident) terhadap suatu hal, tetapi ternyata kenyataan berkata lain. Mungkin hasilnya akan terasa lebih sakit bila dibanding dengan jika seandainya dia memiliki sedikit kekhawatiran. Tapi, sangat tidak bijak juga jika kita menjadikan kekhawatiran tersebut sebagai hambatan untuk tetap melangkah maju. Yaaa, semacam kekhawatiran yang berlebihan. Satu pertanyaan yang bisa kita tanyakan kepada diri kita sendiri, bagaimana sikap kita setelah rasa khawatir itu hilang sesuai dengan harapan kita?? Entah apa pun itu jawabannya, tapi mungkin akan ada kekhawatiran-kekhawatiran yang baru yang akan menggantikan yang lama. Pertanyaan inti-nya adalah apakah rasa syukur kita setelah suatu kekhawatiran terlewati dengan baik, sebanding dengan rasa kekhawatiran yang baru kita dapatkan?? Jawab saja dalam hati sebagai refleksi, tidak saya tagih ko’ jawabannya. Hehehe,,,
Terlalu panjang juga kalo menjabarkan “Khawatir” di blog ini. Intinya saya mencoba untuk mengingatkan teman-teman tentang beberapa baris kalimat ini “ Jangan khawatir dengan apa yang belum kamu dapatkan, tetapi khawatirkan apa yang sudah kamu dapatkan namun belum sempat kamu syukuri”.
Kampanye "Jangan Takut Masuk UI" Berikut:
Kami BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI mengajak teman-teman calon mahasiswa untuk berkompetisi memasuki Universitas Indonesia dengan kemampuan akademik terbaik yang kalian miliki. Jangan khawatir dengan masalah biaya kuliah. Karena bagi teman-teman calon mahasiswa dengan keterbatasan keuangan akan diberikan keringanan biaya berupa pembebasan biaya studi, uang pangkal (admission fee) dan diberikan beasiswa (sesuai dengan pernyataan Rektor UI). Dan prosedur untuk keringanan ini pun tidaklah sulit.
Ada sebuah kisah yang menarik untuk lebih meyakinkan teman-teman. Dua tahun yang lalu seorang lulusan SMU di Jakarta mendaftar SPMB dan menetapkan pilihannya untuk masuk UI. Awalnya ia sempat khawatir karena ada anggapan bahwa kuliah di UI sangat mahal sedangkan ia merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu. Namun berkat keteguhan hatinya dan dukungan yang begitu kuat dari sang ibu dan mengingat UI memiliki prosedur keringanan biaya kuliah yang tidak sulit akhirnya ia diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI angkatan 2005. Kekhawatiran biaya kuliah yang mahal sesekali masih terbayang menemani langkahnya ketika pertama kali menginjakkan kaki di UI setelah dinyatakan lolos SPMB 2005. Penyambutan yang ramah dari senior di jurusannya dan bantuan advokasi keringanan dari mahasiswa FISIP yang lain seketika melenyapkan kekhawatiran itu. Ternyata prosedur keringanan biaya kuliah tidak sesulit yang dibayangkan. Tahun ini merupakan tahun ketiganya di FISIP UI.
Untuk itu yakinkan diri teman-teman untuk terus-menerus berkompetisi menjadi yang terbaik. Jangan biarkan masalah finansial menghalangimu untuk menggapai impianmu. Karena Universitas Indonesia adalah kampus yang menempatkan kemampuan akademis di urutan pertama bagi calon mahasiswanya, bukan kemampuan finansial. Jangan takut masuk UI! Kami dari BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI siap mengadvokasi teman-teman untuk mendapatkan hak dalam memperoleh biaya pendidikan yang berkeadilan di UI!
Kami tunggu teman-teman di Universitas Indonesia. Salam Perjuangan!!!
BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI
Universitas Indonesia, Depok-Salemba
Contact person
BEM UI (021-78849053)
Dodi kesma BEM UI (085694924032)
Ramones FMIPA (085210221221)
Agung farhan FH (081380454539)
Dadan FISIP (08567293997)
Ahmed FT (02192924397)
Tania FK (08176001471)
Fajar F. Psiko (08128991024)
Noneng FIB (085693086683)
Al Kautsar FE (08159726681)
Amir FKM (081546222775), amir50@ui.edu atau aming1712@yahoo.com
Rahmat FKG (081807992843)
Lia Sadita Fasilkom (081315055722)
Suci FIK (081317743942)
Syarat-syarat dapat dilihat di sini dan formulirnya dapat langsung di-download di sini
Sesuatu yang dimulai pasti akan diakhiri. Mungkin itulah yang rutin tergambar di keseharian kita. Seperti siang yang diakhiri malam, segala kegiatan yang saat ini sedang kita alami pun suatu saat akan berakhir. Walaupun terkadang setiap orang mendefinisikan kata berakhir berbeda-beda. Akhir bukan berarti selesai, akan ada sesuatu yang baru yang mengawali setelah apa yang diakhiri tersebut. Seperti dimulainya semester pendek setelah berakhirnya UAS semester genap, atupun dalam regenerasi kepengurusan suatu Lembaga di kampus yang bertujuan untuk mengakhiri kepengurusan yang lama sekaligus mengawali kepengurusan yang baru. Hal tersebut merupakan rangkaian proses sampai akhirnya kita mencapai tujuan yang sebenarnya.
Tanpa diminta, dengan atau tanpa kita sadari sekalipun sesuatu yang baru itu akan tetap datang. Permasalahannya adalah bagaimana sikap kita untuk mengawali hal baru tersebut. Apakah kita adalah orang yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai langkah baru itu? Ataukah hanya menjadi orang tidak berbekal yang berkeliaran dan hanya mengikuti langkahnya begitu saja.
Tetapkanlah tujuan untuk mengawali sesuatu serta niatkanlah tujuan itu hanya karena Allah. Seperti dalam ayat Al-Qura’n yang berbunyi :
“Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”(Q.s An-Nisa:146)
Secara umum tujuan adalah sasaran, cita-cita. Tujuan lebih dari sekedar mimpi, tujuan adalah mimpi yang diwujudkan. Tujuan lebih dari sekedar pernyataan “Saya berharap….” Melainkan suatu pernyataan tegas “Inilah apa yang saya usahakan agar tercapai”. Tidak ada yang terjadi, tidak ada langkah maju yang diambil hingga suatu tujuan ditetapkan. Tujuan mutlak perlu bagi keberhasilan sebagaimana udara dalam kehidupan. Tanpa tujuan orang hanya akan berjalan terhuyung-huyung, tanpa mengetahui ke mana mereka pergi. Temukan dan tetapkanlah tujuan kita, lalu niatkanlah karena Allah, karena hanya kepada-Nya lah tenpat kembalinya segala urusan.
“Dan berapalah banyaknya
Itulah langkah awal terbaik yang bisa kita lakukan dalam mengawali sesuatu yang baru.
Mengakhiri bukan berarti melarikan diri atau menutupinya dengan sesuatu yang baru. Tetapi akan lebih bijak jika kita mengakhiri untuk mengambil pelajaran yang merupakan bekal kita dalam mengawali suatu yang baru. Dalam
“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”(Q.s Al-Baqarah :66)
Allah mengajarkan kita untuk senantiasa mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu. Mengawali yang yang baru bukan berarti melupakan dan memandang rendah apa yang telah diakhiri, karena seburuk apapun itu kita tetap bisa mengambil kebaikan dan pelajaran darinya.
Jadi, sudah siapkah kita untuk mengakhiri dan mengawali yang baru?
Mari kita memohon kepada-Nya yang Maha Berkehendak untuk menunjukkan jalan yang lurus dalam setiap aktifitas dan kegiatan kita, baik yang baru saja kita akhiri maupun yang baru akan kita awali….Semangat!!!